Minggu, 04 Agustus 2013

Tak Ada Alasan Untuk Tetap Bertahan

Hari ini sudah hampir 2 tahun sejak pertemuan kita. sederhana, hanya sebuah aroma terapi yang tertukar, milikku yang kau bawa dan milikmu yang ada di tanganku. Teringat jelas pesan singkat yang kau kirim, hanya sebaris pertanyaan tentang keadaan aroma terapimu.
Sebuah pesan singkat yang terus berlanjut untuk beberapa hari, bahkan beberapa minggu, atau bulan, entahlah aku kurang jelas mengingatnya. ingatan itu sudah sedikit agak terlupa, sengaja kulupakan tepatnya. Jadi wajar jika tentang kamu, kita, sudah mulai kabur.
Entah mengapa, waktu merenggut kebersamaan kita.
kebersamaan?
Mungkin bagi mu hanya sebuah komunikasi via teks, tetapi itu lebih dari yang kau fikir, bagi ku itu sebuah kebersamaan yang kita lalui walau hanya dengan sebuah teks,
Tak tahu apa yang ada di benak mu, kau bahkan tak pernah mngambil satu tindakan apapun, padahal kau tau dengan jelas
Bahwa Aku Mencintaimu,
Kau diam, dan membiarkan ku dalam keragu-raguan
Sebuah kejelasan darimu, sampai sekarang pun tak pernah kudapatkan. Sesekali hatiku teriris, aku merasa keadaan tidak adil,
karena keadaan tak pernah mmembiarkan aku dan kamu dalam kebersamaan. keadaan lebih memilih menyatukan kamu dengan yang lain.
Tak ada alasan, untuk tetap menunggu dan berharap.
Apa kau tau, kau pernah membuat dadaku terasa sesak.
kau menyuguhi ku sebuah kado "termanis",
ya, sebuah foto, kau dan dia duduk berdampingan. itu kado "termanis" yang mampu membuatku menangis.
Kado itu kau berikan, ketika aku masih terus menunggu kepastian dari mu.
menyakitkan,
lantas apa menurut mu aku masih kuat untuk menahan rasa?
apa aku masih harus mencintaimu?
Andai aja waktu itu yang tertukar hati kita, bukan hanya aroma terapi kita.
Aku tak punya cukup alasan untuk bertahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar