Rabu, 27 November 2013

Minggu, 04 Agustus 2013

Tak Ada Alasan Untuk Tetap Bertahan

Hari ini sudah hampir 2 tahun sejak pertemuan kita. sederhana, hanya sebuah aroma terapi yang tertukar, milikku yang kau bawa dan milikmu yang ada di tanganku. Teringat jelas pesan singkat yang kau kirim, hanya sebaris pertanyaan tentang keadaan aroma terapimu.
Sebuah pesan singkat yang terus berlanjut untuk beberapa hari, bahkan beberapa minggu, atau bulan, entahlah aku kurang jelas mengingatnya. ingatan itu sudah sedikit agak terlupa, sengaja kulupakan tepatnya. Jadi wajar jika tentang kamu, kita, sudah mulai kabur.
Entah mengapa, waktu merenggut kebersamaan kita.
kebersamaan?
Mungkin bagi mu hanya sebuah komunikasi via teks, tetapi itu lebih dari yang kau fikir, bagi ku itu sebuah kebersamaan yang kita lalui walau hanya dengan sebuah teks,
Tak tahu apa yang ada di benak mu, kau bahkan tak pernah mngambil satu tindakan apapun, padahal kau tau dengan jelas
Bahwa Aku Mencintaimu,
Kau diam, dan membiarkan ku dalam keragu-raguan
Sebuah kejelasan darimu, sampai sekarang pun tak pernah kudapatkan. Sesekali hatiku teriris, aku merasa keadaan tidak adil,
karena keadaan tak pernah mmembiarkan aku dan kamu dalam kebersamaan. keadaan lebih memilih menyatukan kamu dengan yang lain.
Tak ada alasan, untuk tetap menunggu dan berharap.
Apa kau tau, kau pernah membuat dadaku terasa sesak.
kau menyuguhi ku sebuah kado "termanis",
ya, sebuah foto, kau dan dia duduk berdampingan. itu kado "termanis" yang mampu membuatku menangis.
Kado itu kau berikan, ketika aku masih terus menunggu kepastian dari mu.
menyakitkan,
lantas apa menurut mu aku masih kuat untuk menahan rasa?
apa aku masih harus mencintaimu?
Andai aja waktu itu yang tertukar hati kita, bukan hanya aroma terapi kita.
Aku tak punya cukup alasan untuk bertahan.

Jumat, 02 Agustus 2013

Memendam

subuh tadi bunga tidur menghampiri,
sudah lama aku tak pernah mengusik rasaku padamu,
semua kubiarkan diam didalam,
berharap kian menipis,

setiap detik aku memaksamu keluar,
kamu tetap saja berdiam didalam,
tak bergeming, tak beranjak pergi,
aku sudah lelah untuk memendam,

ini perasaan bukan angin,
harusnya jangan kau biarkan berlalu,
coba  tengok!
katakan IYA atau TIDAK,

itu saja, aku tak mau terlalu lama tenggelam
tenggelam dalam lautan rasa.



Sabtu, 20 April 2013

BELAJAR PSIKOLOGI


ALHAMDULILLAH.
aku begitu bersyukur atas apa yang ku jalani.
aku berada di kubangan PSIKOLOGI yang tepat.
dimana Allah menempatkan aku untuk BELAJAR. 

AKU BELAJAR MEMAHAMI DIRIKU SENDIRI SEBELUM MEMAHAMI ORANG LAIN.

AKU BELAJAR MEMPERBAIKI DIRI KU SENDIRI SEBELUM MEMPERBAIKI ORANG LAIN.

AKU BELAJAR MENYEMANGATI DIRI KU SENDIRI SEBELUM MENYEMANGATI ORANG LAIN.

AKU BELAJAR MENERIMA KEKURANGAN KU SEBELUM MAMPU MENERIMA KEKURANGAN ORANG LAIN.

AKU BELAJAR MENYELESAIKAN MASALAHKU SEBELUM MEMBANTU MENYELESAIKAN MASALAH ORANG LAIN.

AKU BELAJAR UNTUK BERSABAR SEBELUM AKU MENYURUH ORANG LAIN BERSABAR.
ALHAMDULILLAH :)

Senin, 07 Januari 2013

Biar Allah yang Bertindak atas Kita

cukup, jangan lakukan sesuatu untuk kita
untuk semua yang kau ketahui tentang rasaku,
dan yang ku ketahui tentang rasamu
walau tak pernah saling berucap,
belajarlah untuk tetap menjadi boneka Allah,
karena memang sebagai manusia kita hanya mengikuti apa yang digariskan.
tetaplah bersabar dan percaya,
bahwa tanpa kata-katapun takdir akan tetap berjalan semestinya
kalau kau takdirku dan ku takdirmu, maka pasti akan ada pertemuan yang dirancang untuk kita.
jangan bertindak!

biar Allah yang bertindak atas kita, 

atas takdir kita,
dan atas kisah kita yang kau dan aku pun tak pernah tau,


Sabtu, 05 Januari 2013

Sebuket Doa Lagi :)

Sebuket Doa Lagi


pagi ini kucoba merangkai sebuket lagi,
sebuket doa tentang cinta
tentang kisah yang mungkin menjadi sebuah harapan
sebuket doa kali ini tak perlu kujabarkan
biar hanya aku dan Tuhan yang tau,
biar menjadi akhir yang indah untukku dan dia, imamku
:)